SENJATA BERBALUT SELENDANG
Cerpen Karya Wisnu C Purnomo SENJATA BERBALUT SELENDANG Perempuan tua itu membuka gorden jendela kamarnya. Angin sore menyisir rambutnya yang putih termakan waktu, menerpa kulit yang berkerut diukir usia. Bertiup dari luar jendela angin itu seperti sahabat karib yang selalu mengunjunginya. Dibalik jendela kamarnya Perempuan tua yang sudah sangat lemah memandang ujung gang, yang di ujung gang tersebut terkibar bendera putih yang terayun-ayun oleh angin. Permpuan tua terus memandang kosong ujung gang dari dalam kamarnya dengan bertumpu pada kursi roda yang telah menemaninya selama sepuluh taun setelah penyakit tetanus menjangkit kakinya. Lamunan perempuan tua itu menjadi lamunan yang tidak dapat dilupakan oleh perempua tua tersebut, karena jauh masuk ke gang yang iya pandang terbujur kaku seorang sahabat seperjuangan yang bersiap untuk melapor kepada yang kuasa. Pandangan Perempuan itu tak disengaja telah meneteskan butiran-butiran air mata haru bercampur duka. Perempuan tuan it...
Comments
Post a Comment